PROSES PENCUCIAN FILM RADIOLOGI

Posted on

Proses pencucian film

Pengolahan film atau biasanya dikenal dengan film prosesing adalah sebuah kegiatan yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran nyata yang permanen pada film, yang dapat dilihat dengan mata pada kondisi umum

1.Proses pembangkitan (Developing)

Developer adalah  cairan  pembangkit  gambaran  dalam  prosesing.prosesnya adalah dengan memperbanyak endapan Ag dengan cara menghasilkan elektron.

Fungsi dasar dari developing adalah mereduksi butiran-butiran perak bromida menjadi perak metalik.proses reduksi ini dilakukan oleh cairan pembangkit (developer)dengan jalan memberikan elektron terhadap ion-ion perak di dalam kristal, sehingga terjadilan netralisasi dari ion-ion perak menjadi perak metalik. Perlu di ingat bahwa proses ini sebelumnya juga terjadi pada saatemulsi film (AgBr) terkena eksposi baik oleh sinar-x maupun cahaya tampak.Fungsi dari atom-atom perk di dalam sensitivity speck seolah-olah sebagai pembuka kemungkinan bagi elektron dari developer untuk bergabung dengan ion-ion perak itu sendiri.

Setiap kristal perak bromida yang tidak terkena ekposi dikelilingi oleh ion-ion bromida yang bermuatan negatif, sehingga elektron dari developer akan ditolak.Tidak demikian halnya dengan kristal yang terkena eksposi dimana terdapat jarak dengan ion-ion negatif bromida setelah terbentuk bayangan laten, elektron dari developer akan mudah menembus pada bagian dimana ion-ion penghalang bromida lemah. ( Rahman nova, 2009)

2. Pembilasan (Rinsing)

Rinsing merupakan tahapan ke dua dari pengolahan film. Umumnya rinsing dilakukan dengan cara memasukkan film yangsudah dibangkitkan di developer ke dalam cairan yang berisi air murni dengan pH 7 ( Rahman nova, 2009

3. Fixing ( Penetap )

Setelah proses pembangkitan menghasilkan gambaran nyata, maka gambaran tersebut perlu untuk ditetapkan dalam larutan fixer. Fixer merupakan tahapan ke tiga dari pengelolahan film fixing mempunyai tujuan sebagai berikut :

  1. Menghentikan proses pembangkitan sehingga tidak ada lagi perubahan pada film.
  2. Untuk melarutkan perak bromida yang tidak terkena eksposi, sehingga bagian dari film yang tidak terkena eksposi tersebut kan bening (tidak berwarna). Ini akan memudahkan kita untuk menganalisa film tersebut.
  3. Menyamak emulsi agar tidak menjadi rusak.(Rahman nova, 2009)

Bahan Fixer

Fixer terbuat dari campuran bahan-bahan yang terdiri dari: fixing agent, accelerator , precervative , hardener, buffer dan solvent.

4. Washing

Washing ini dilakukan setelah fixing. Tujuan dari washing adalah mengihilangkan bahan-bahan yang diperoleh selama penetapaan yang apabila dibiarkan melekat pada film akan merusak gambaran. Semua bahan-bahan ini larut dalam air, oleh karnanya pada proses ini cukup dimasukan kedalam air mengalir atau diam.

5. Drying Ini adalah tahap terakhir dari pengolahan film. Pada tahap ini film dikeringkan dari air, setelah film memasuki tahap Washing. Tujuannya adalah untuk mengeringkan permukaan film agar mudah disimpan dan mencegah menempelnya bahan-bahan lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *