KOMPONEN UTAMA PESAWAT CT SCAN RADIOLOGI

Posted on

Wilhelm Conrad Roentgen seorang ahli fisika di Universitas Wurzburg, Jerman, pertama kali menemukan sinar roentgen pada tahun 1895 sewaktu melakukan eksperimen dengan sinar katoda. Penemuan sinar roentgen ini merupakan suatu revolusi dalam dunia kedokteran karena dengan hasil penemuan itu dapat di periksa bagian-bagian tubuh manusia yang sebelumnya tidak pernah dapat di capai dengan cara-cara pemeriksaan konvensional (Sjahriar Rasad, 2006).

Di bidang Radiologi terdapat pesawat RONTGEN yang dikenal dengan nama pesawat CT Scan. Ada tiga komponen utama CT-Scan, yaitu : Meja pemeriksaan, Gantry, dan Operator console.

a. Meja pemeriksaan

Meja pemeriksaan merupakan tempat pasien diposisikan untuk dilakukan pemeriksaan CT Scan, bentuknya kurva dan terbuat dari carbon graphite fiber. Setiap pemindaian satu irisan (slice) selesai, maka meja akan bergeser sesuai ketebalan irisan (slice thickness). Meja pemeriksaan terletak dipertengahan gantry dengan posisi horizontal dan dapat digerakkan maju, mundur, naik dan turun dengan cara menekan tombol ( ↔ ) untuk maju-mundur atau ( ↕ ) untuk naik-turun, pergerakannya menyerupai “snake cobra”.

b. Gantry

Merupakan komponen pesawat CT Scan yang didalamnya terdapat tabung sinar-X, kolimator, detektor, DAS (Data Acquisition System), dan lampu indicator untuk sentrasi. Pada gantry ini juga dilengkapi dengan indicator data digital yang memberi informasi tentang ketinggian meja, posisi objek, dan kemiringan gantry.

  1. Tabung Sinar-X

  Berfungsi sebagai produksi sinar-X

  • Kolimator

   Pada pesawat CT Scan, umumnya terdapat dua buah kolimator yaitu :

  1. Kolimator pada tube housing (tabung sinar x)

Fungsinya untuk mengurangi dosis radiasi, sebagai pembatas luas lapangan penyinaran dan mengurangi baying penumbra dengan adanya fokal spot kecil.

  • Kolimator pada detektor

Fungsinya adalah untuk pengarah radiasi menuju detektor, pengontrol radiasi hambur dan menentukan ketebalan irisan (Slice Thickness).

  • Detektor dan DAS

Setelah sinar-X menembus objek, maka akanditerima oleh detektor yang selanjutnya dilakukan proses pengolahan data oleh DAS. Adapun fungsi detektor dan DAS secara garis besar adalah menangkap sinar-X yang telah menembus objek, mengubah sinar-X dalam bentuk cahaya tampak, kemudian mengubah cahaya tampak menjadi sinyal-sinyal elektron dan mengubah sinyal tersebut ke dalam data digital.

c. Operator Console            

Merupakan pusat semua kegiatan pemindaian atau pengoperasian system secara umum serta berfungsi merekonstruksi hasil gambaran sesuai kebutuhan. System control untuk menjalankan unit CT Scan, mengontrol tegangan, arus tabung, waktu pemindaian, ketebalan irisan, dan pengaturan parameter. Sistem kontrol ini juga berperan penting pada saat dilakukan pemanasan tabung sinar-x.

semoga bermanfaat ya guys infonya seputar dunia radiologi 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *